Di masa yang modern ini masih ada juga orang tua yang mewariskan kepercayaan samar kepada anak nya dan ini pernah jadi cerita pahit yang pernah saya alami dan mungkin juga pernah terjadi pada anda. Memang hanya satu kata yang tepat untuk memahami kepercayaan jangan pernah main-main dan jangan pernah setengah-setengah, mungkin anda semua pernah dengar tentang aturan adat orang jawa saat mau menikahkan anaknya harus melalui proses hitung-hitungan kelahiran kedua anak tersebut dan juga arah rumah tidak boleh, orang jawa bilang [ngalor ngulon] bisa menyebabkan sial atau kematian dengan cepat itu katanya. andaikan anda semua masih percaya dengan semua itu berarti status keyakinan agama anda perlu dipertanyakan lagi? Memang keyakinan itu tidak tampak seperti benda tapi kita bisa cari tau kebenarannya memakai otak sehat kita melalui sejarah hal tersebut, adanya penyelewengan dan tidaknya, jangan asal ikut-ikutan sebelum kita tau hal tersebut lebih dalam, inilah fakta nya, kita orang islam dan aturan syarat seseorang yang boleh di nikah i yang saya tau mencakup ini;
- sudah sama dewasa, siap berumah tangga
- bukan saudara se kandung
- bukan keturunan orang jahat atau orang gila
- kalau bisa satu agama
- hari kelahiran cocok bisa
- arah rumah tidak bertentangan bisa
Dari perbedaan masalah di atas lahirlah kesimpulan;
kalau kita merasa yakin dengan agama kita islam harus percaya dengan kitab kita sendiri, di mana?siapa dan asal usul kitab kita sampai riwayat hidup dan mati, pembawanya kitab itu sudah jelas dan kebanyakan semua orang di dunia ini mengetahuinya, lagi pula ini agama sudah di sahkan di indonesia, berbeda jauh dengan adat yang dipercaya orang tua kita sudah itu remang-remang bukan agama sah, asal usul sudah tidak jelas karangan manusia. siapa? di mana pembawanya kitab itu fans/ fanatiknya waktu saya tanya tidak tau....! apa lagi riwayat hidupnya matinya pembawa kita itu mereka tidak akan pernah tau. Inilah kepercayaan jika kita berfirasat baik atau buruk yakin dengan sangat pasti hal itu akan terjadi, maka dari itu jangan pernah main-main.
Contoh kepercayaan lain;
Contoh kepercayaan lain;
misalkan kita temukan batu cantik padahal sebelumnya batu itu tidak punya daya ghaib apa-apa karena di rawat dan di yakini dapat membawa keberuntugan akhirnya di berikan minyak khusus pada hari tertentu dan lama-lama batu tersebut, di masuki jin jahat yang menyesatkan dia, jin tersebut dengan cepat menuruti apa yang dia mau akhirnya jin tersebut juga tidak mau disuruh terus-terusan dan gantian minta imbalan yang amat berat dan hal yang demikian termasuk dosa besar menduakan tuhan yang tidak akan pernah di ampuni oleh allah s.w.t.
intinya;
Kalau kita yakin allah, kenapa harus takut kenyataan kepercayaan yang tidak kita anut itu, kita bukan golongan mereka, kalau mau menikah jangan pakai ritual selamatan dan kembar mayang karena itu pintu utama masuk golongan adat mereka. walau beda akidah yang penting kita, tetap harus saling menghormati dan menjaga kerukunan bermasyarakat yang sangat penting bagi bangsa dan agama kita. perbedaan itu anugrah yang patut kita syukur i dengan perbedaan kita tau dan saling kenal. terima kasih semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua sekarang dan nanti. amin…

1 komentar:
ijin copas di fb ya gan
Posting Komentar